idnlive IDN Poker88 Asia Indo Poker IDN Play Daftar IDNPoker IDNPlay Poker Daftar IDN Poker Indoplay Poker Poker IDN Play
Hewan yang Sering Dikorbankan untuk Fashion

Hewan yang Sering Dikorbankan untuk Fashion

Hewan yang Sering Dikorbankan untuk Fashion

Hewan yang Sering Dikorbankan untuk Fashion – Jutaan atau bahkan miliaran hewan dikorbankan setiap tahunnya untuk masuk ke dalam industri fashion. Bulu, kulit, dan berbagai bagian tubuhnya diambil secara paksa untuk disulap menjadi mantel, tas, topi, sepatu, atau bahkan sabuk.

Dilansir Sbobet Casino , hewan-hewan tentu menderita karena aktivitas industri fashion ini. Mereka diburu secara liar, dikembangbiakkan di dalam kandang yang sempit, diambil hak hidupnya secara paksa, dan bahkan dibunuh dengan cara yang kejam.

Kamu tentu tak mau berkontribusi terhadap kekejaman ini, kan? Maka dari itu, kamu harus tahu hewan apa saja yang sering dikorbankan demi fashion dan bagaimana manusia memperlakukan mereka. Berikut ini penjelasannya.

1. Sapi

Selain dimanfaatkan daging dan susunya, sapi juga sering diambil kulitnya untuk kepentingan fashion. Kulit tersebut diolah hingga akhirnya menjadi jaket, celana, hingga sepatu dengan harga selangit. Banyak orang yang memilih bahan kulit asli karena dianggap lebih awet dan nyaman.

Pengorbanan hewan ternak seperti sapi sering kali dianggap sepele. Sebab banyak orang percaya bahwa sapi diciptakan untuk kepentingannya. Padahal, sapi sering kali mendapatkan perlakuan yang kejam, terutama di rumah potong yang ada di luar negeri. Proses penyembelihan tidak dilakukan dengan tuntas dan baik sehingga mereka dibiarkan menderita. Yang perlu dihentikan adalah proses menyiksa yang seperti itu.

2. Ular

Ular memang hewan yang mengerikan. Namun corak tubuhnya sering membuat kita tertegun karena indah dan unik. Itulah kenapa banyak orang yang mengincar kulit ular untuk dijadikan bahan pakaian yang eksotis.

Akibatnya, ular pun diburu dan dibunuh dengan kejam hanya untuk diambil kulitnya. Dilansir PETA, orang tak bertanggung jawab juga sering kali menguliti ular hidup-hidup agar elastisitasnya tetap terjaga.

3. Domba

Domba adalah hewan ternak lainnya yang sering dimanfaatkan di dalam dunia fashion. Bulunya diambil sebagai wol yang kemudian akan diubah menjadi topi, sweater, kaos kaki, dan lain sebagainya.

Untuk mengambil bulu domba, hewan tersebut memang tidak dibunuh. Akan tetapi, peternak yang tak bertanggung jawab sering kali mencukurnya dengan asal, sehingga domba terluka.

4. Mink atau cerpelai

Kamu mungkin jarang mendengar nama hewan yang satu ini. Iya, kan? Mink atau yang dikenal pula sebagai cerpelai merupakan hewan mirip tupai yang bertubuh kecil. Walaupun tampak imut, mereka termasuk karnivor yang sering memburu tikus, kelinci, dan katak.

Cerpelai secara alami merupakan hewan yang biasa hidup di alam liar. Namun mereka sering kali diburu dan dikembangbiakkan demi fashion. Akibatnya, hewan kecil itu harus hidup di dalam kandang yang sangat sempit, tak bisa berenang bebas seperti di alam liar, dan melakukan berbagai hal lainnya secara normal.

Bulu cerpelai adalah salah satu bahan mantel favorit di Amerika. Dilansir National Geographic, tercatat bahwa pada tahun 2016, ada 54 juta ekor cerpelai yang dibunuh untuk diambil bulunya.

5. Berbagai burung

Jika kamu hidup di awal abad ke-20, kamu tak akan heran melihat kaum hawa mengenakan topi dengan bulu yang indah di bagian atasnya. Dilansir Smithsonian, ini merupakan simbol dari kekayaan dan kehormatan di masa tersebut.

Namun di balik semua itu, ada berbagai jenis burung yang dibunuh hanya untuk diubah menjadi topi. Mulai dari burung onta, egret, hingga merak. Tak hanya bulunya saja, bahkan terkadang tubuh burung diawetkan untuk menjadi hiasan topi.

6. Buaya

Buaya. Hewan buas yang mengerikan ini ternyata juga tak terbebas dari ancaman eksploitasi untuk dunia fashion. Manusia sering memanfaatkan kulit buaya untuk dijadikan bahan tas dan sepatu karena coraknya yang eksotis.

Terlebih, tas atau sepatu yang terbuat dari kulit buaya tak bisa dimiliki oleh sembarang orang. Sebab produk tersebut biasanya dijual dengan harga yang mahal. Yang membuatnya semakin mengkhawatirkan adalah pola kulit buaya sulit untuk ditirukan dengan persis, sehingga mereka terus diburu untuk menjadi produk fashion.

7. Beruang

Bisakah kamu membayangkan bahwa ada orang-orang tertentu yang membunuh beruang hanya untuk diambil bulunya? Sudah hampir dua abad, Kementerian Pertahanan Inggris memberikan subsidi untuk memburu beruang. Bulunya diambil dan dijadikan topi untuk para pengawal Ratu Inggris.

Selama proses perburuan, beruang bisa dipastikan selalu menderita. Mereka dibunuh dengan kejam, entah ditembak atau diperangkap. Proses tersebut tidak secara langsung membunuhnya. Beruang harus kesakitan, kehabisan darah, sakit, dan kelaparan sebelum akhirnya mati.

Comments are closed.