idnlive IDN Poker88 Asia Indo Poker IDN Play Daftar IDNPoker IDNPlay Poker Daftar IDN Poker Indoplay Poker Poker IDN Play
Sri Mulyani Ingin Antar Negara Berbagi Data Covid-19

Sri Mulyani Ingin Antar Negara Berbagi Data Covid-19

Sri Mulyani Ingin Antar Negara Berbagi Data Covid-19

Sri Mulyani Ingin Antar Negara Berbagi Data Covid-19 – Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan dalam menangani pandemi Covid-19 antar negara harus saling bekerja sama. Terutama terkait data penanganan virus yang menyebar di masing-masing negara.

“Sistem data menjadi kunci. Saya dengar Anda memiliki data lengkap,” kata Sri Mulyani dalam Governors’ Seminar: Developing Asia Beyond the Pandemic, Jakarta.

Di Indonesia kata Sri Mulyani pemerintah menyajikan data penanganan Covid-19 secara transparan. Mulai dari jumlah kasus baru, jumlah vaksin yang dibutuhkan, cara mengobati pasien terpapar.

Begitu juga dengan dana yang digunakan untuk penanganan pandemi yang dibuka secara transparan.

Melansir dari Agen IDN Poker “Kita mengumumkan jumlah uang yang digunakan, siapa yang akan menggunakan uang, untuk apa, berapa harganya,” tuturnya.

Transparansi ini merupakan wujud pemerintah untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Hal ini perlu dilakukan pemerintah agar masyarakat bisa ikut bekerja sama dalam menangani pandemi.

Di sisi lain, masyarakat juga harus disiplin menggunakan masker, menjaga jarak aman agar angka penularan bisa ditekan.

“Jadi ketaatan publik akan juga penting, ini bukan tentang uang, ini bukan tentang apakah Anda punya uang atau ini benar-benar Anda memiliki janji tentang apa yang harus dilakukan bersama,” kata Sri Mulyani.

Di Forum Internasional, Sri Mulyani Cerita Ekonomi Indonesia Ambruk Akibat Pandemi

Dalam forum internasional, Menteri Keuangan Sri Mulyani akui pandemi Covid-19 membuat perekonomian Indonesia terpuruk. Pada kuartal kedua tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi hingga minus 5,23 persen. Kondisi ini pertama kali terjadi sejak krisis 1998 yang pernah dialami Indonesia.

“Tidak terkecuali Indonesia yang mengalami kontraksi terbesar sejak tahun 1998,” kata Sri Mulyani dalam Governors’ Seminar: Developing Asia Beyond the Pandemic, Jakarta, Kamis (18/9).

Kata Sri Mulyani, situasi dan kondisi di Indonesia saat ini lebih baik daripada di kuartal sebelumnya. Berbagai strategi ditempuh Pemerintah Indonesia untuk kembali memutar roda perekonomian.

Namun, tetap saja perekonomian belum akan kembali seperti semula sebelum menemukan solusi dari masalah utamanya.

“Kita tidak bisa recovery sebelum masalah pandemi Covid-19 diselesaikan,” kata dia.

Pandemi Covid-19 ini juga membuat Pemerintah Indonesia terpaksa melebarkan defisit anggaran hingga 6,72 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Pelebaran defisit tersebut dikatakan Sri Mulyani sebagai langkah extraordinary dalam penanganan dampak pandemi pada sektor ekonomi.

“Kami mengarahkan dukungan fiskal untuk penanganan kondisi extraordinary. Ini pertama kali bagi Indonesia sejak tahun 1998,” kata dia.

Meski begitu, bendahara negara ini memastikan defisit anggaran pada tahun 2021 dipangkas hingga setengahnya. Langkah ini diambil masih dalam rangka melakukan pemulihan ekonomi nasional.

Comments are closed.